Sardono Waluyo Kusumo adalah seorang penari, koreografer, dan sutradara film asal Indonesia. Ia adalah salah seorang tokoh tari kontemporer Indonesia. Sardono pertama kali belajar menari tarian klasik Jawa 'alusan' pada R.T. Kusumo Kesowo (master tari kraton Surakarta). Pada tahun 1961, R.T Kusumo Kesowo menciptakan sendratari kolosal Ramayana yang dipentaskan di Candi Prambanan. Tari kolosal ini melibatkan 250 penari dengan dua set orkestra gamelan. Sardono diserahi tugas untuk menarikan tokoh Hanoman - meskipun ia terlatih sebagai penari 'alusan' bukan 'gagahan'. Pada awalnya ia kecewa, namun tugas ini memberinya inspirasi untuk mengadaptasi gerakan Hanoman di tari Jawa dengan silat yang ia pelajari sejak umur 8 tahun setelah ia melihat komik Tarzan.
Pada tahun 1968 ia menjadi anggota termuda IKJ pada usia 23 tahun. Pada tahun 1970-an ia mendirikan Sardono Dance Theatre. Sardono pernah mendapatkan penghargaan Prince Claus Awards dari Kerajaan Belanda pada tahun 1997. Sejak 14 Januari 2004 ia adalah Guru Besar Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Sardono W Kusumo juga telah mendapatkan beberapa penghargaan. Seperti:
1. Penghargaan khusus berupa diploma berpriguna dari Pemerintah Meksiko
(17 Februari 1993)
2. Prince Claus Awards 1997 dari Kerajaan Belanda (18 Desember 1997)
3. Bintang Budaya Parama Dharma (14 Aguatus 2003)
4. Distinguished Artist Award dari International Society of Performing
Arts (ISPA) (Juni 2003)
Sardono juga pernah menggelar pameran lukisa-lukisan indahnya di Semarang. tepatnya di Gedung Peek Hous di Kawasan Kota Lama. Lukisan-lukisan indah Sardono yang didominasi oleh permainan ragam warna begitu apik dilihat dalam puluhan kanvas, dan ada juga lukisannya yang berukuran 20 meter. Sardono menjuluki lukisan-lukisannya sebagai warna yang menari diatas kanvas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar