Minggu, 20 Mei 2012

Artikel Sastra 2; Sastra Jepang

Prospektif, Peluang Lulusan Sastra Jepang

Banyaknya perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia sehingga membutuhkan tenaga kerja yang mempunyai keahlian bahasa Jepang, mendorong Undip Semarang membuka S1 Sastra Jepang. Surat Keputusan tentang izin penyelenggaraan program studi tersebut sudah terbit pada 30 Oktober 2009, sehingga tahun ini S1 Sastra Jepang sudah bisa melaksanakan program belajar-mengajar.

Pendirian program studi tersebut terlaksana berkat kerja sama antara akademika FIB Undip dengan Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia serta Japan Foundation. Kerja sama itu sendiri sudah dilakukan sejak 1999 dengan pendirian D1 Bahasa Jepang, kemudian pada 2003 dikembangkan dengan pembukaan D3 Bahasa Jepang yang dibantu pemutur asli dari Jepang dengan sertifikat Silver Expert.

Banyak sekali kesempatan beasiswa yang bisa diperoleh oleh masyarakat Indonesia melalui situs www.jasso.com. Selain itu juga ada beberapa beasiswa yang disediakan perusahaan-perusahaan besar Jepang.

Artikel Sastra 1; Puisi Taufik Ismail

Dugaan Plagiarisme oleh Taufik Ismail

   Taufiq Ismail disinyalir membuat satu karya puisi plagiat Kerendahan Hati dari puisi Be the Best of Whatever You Are karya Douglas Malloch. Seperti yang dikutip Tempo Interaktif.com bahwa penyair Taufiq Ismail tak bersedia memberikan komentar apa pun terkait dugaan plagiarisme terhadap puisinya. Bahkan ketika ditanyakan soal proses kreatif bagaimana puisinya, Kerendahan Hati ditulis, ia berkali-kali menolak memaparkannya. Lagi-lagi Taufiq dengan nada bicaranya yang tergesa, mengelak, dan beralasan hendak mempelajari puisinya terlebih dahulu.
   Lebih jauh diteliti bahwa Malloch adalah penyair kelahiran Muskegon, Michigan, Amerika Serikat, pada 1877. Ia menulis puisi untuk pertama kalinya pada usia sepuluh tahun, yang diterbitkan di Detroit News kala itu. Hingga kumpulan puisinya diterbitkan dalam bentuk buku berjudul In Forest Land dan menjadi buku terlaris. Menurut sastrawati @HelvyTyanaRosa, penulis 40 buku lebih dan dosen di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), di twitternya, "Saya sudah baca puisi-puisi itu. Menurut hemat saya Taufiq Ismail hanya terinspirasi saja." Memang ada suara keras seperti suara Saut Situmorang di akunnya @RedBodhisattva, "Kalok tak bisa jadi Douglas Malloch, jangan lah pulak awak jatuh jadi Taufiq Ismail."
Berikut kita simak puisi karya Douglas Malloch dan Taufiq Ismali.


Be the Best of Whatever You Are
By Douglas Malloch
If you can’t be a pine on the top of the hill,
Be a scrub in the valley — but be
The best little scrub by the side of the rill;
Be a bush if you can’t be a tree.
If you can’t be a bush be a bit of the grass,
And some highway happier make;
If you can’t be a muskie then just be a bass —
But the liveliest bass in the lake!
We can’t all be captains, we’ve got to be crew,
There’s something for all of us here,
There’s big work to do, and there’s lesser to do,
And the task you must do is the near.
If you can’t be a highway then just be a trail,
If you can’t be the sun be a star;
It isn’t by size that you win or you fail —
Be the best of whatever you are!


Kerendahan Hati
Oleh Taufiq Ismail
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau.
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yangmemperkuat tanggul pinggiran jalan.
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri.



(Sumber berita: PedomanNEWS.com) 

Selasa, 15 Mei 2012

sketch




real from my hand, not good but i love it!

Rain and Umbrella


Foto from Tumblr


look at this picture, we can feel calm and happy. beautiful drops, voice, scent, and they are. colorful umbrella that was so interesting. wanted to hold and steady one by onecolor. when it rains, I'm always happy. because everyone felt the same sense, that is peace.